Tak Terduga! Sampah Kantin di SMANSAGO Berubah Jadi Pupuk dan Media Belajar Bahasa Inggris

SMAN 1 Godong terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan berkelanjutan melalui berbagai program inovatif. Salah satu kegiatan unggulan yang kini dilaksanakan adalah pengolahan sampah organik menjadi pupuk organik cair (POC) berbasis air lindi. Program ini tidak hanya menjadi solusi pengelolaan sampah, tetapi juga sarana edukasi kontekstual bagi siswa.
Kegiatan ini bermula dari pemanfaatan sampah organik yang dihasilkan oleh salah satu kantin sekolah. Setiap hari, pemilik kantin secara konsisten mengumpulkan limbah organik seperti sisa makanan dan bahan dapur. Sampah tersebut kemudian tidak langsung dibuang, melainkan dimanfaatkan sebagai bahan utama dalam proses pembuatan air lindi.
Dalam pelaksanaannya, siswa dilibatkan secara aktif dan berkelanjutan. Secara bergiliran, mereka bertugas mengumpulkan sampah organik dari kantin, mengelola, hingga mengikuti proses pengolahannya. Keterlibatan ini menjadikan siswa tidak hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai agen perubahan yang memiliki kesadaran lingkungan tinggi.
Melalui kegiatan ini, siswa mendapatkan pengalaman belajar berbasis praktik (project-based learning) yang bermakna. Mereka memahami secara langsung bagaimana sampah organik dapat diolah menjadi air lindi, kemudian difermentasi menjadi pupuk organik cair yang bermanfaat bagi tanaman. Proses ini tidak hanya menumbuhkan keterampilan teknis, tetapi juga membangun sikap tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan.
Menariknya, pupuk organik cair yang dihasilkan tidak hanya menjadi produk akhir, tetapi juga dimanfaatkan kembali oleh siswa dalam kegiatan pembelajaran. Pupuk tersebut digunakan untuk menyuburkan tanaman sayur dan buah yang ditanam oleh siswa sebagai bagian dari project-based learning. Tanaman yang dibudidayakan antara lain cabai, tomat, kangkung, dan bayam, sehingga siswa dapat melihat langsung hasil dari proses yang mereka lakukan.
Kegiatan ini juga terintegrasi dengan mata pelajaran Bahasa Inggris, khususnya dalam materi procedure text. Melalui proyek ini, siswa belajar menyusun langkah-langkah penanaman dan perawatan tanaman dalam bahasa Inggris sekaligus mempraktikkannya secara langsung di lingkungan sekolah.
Guru Bahasa Inggris SMAN 1 Godong, Wahyu Tri Setyobudi, mengungkapkan latar belakang lahirnya program ini, “Awal mulanya saya tergelitik dengan program ASRI dari Bapak Presiden, kemudian berbekal dari ilmu tentang pertanian dan obat-obatan organik yang pernah didapat. Saat itu saya melihat sampah sisa bahan makanan dan sayur di kantin sekolah belum terolah, maka saya mencoba mengembangkannya dengan mengolah sampah tersebut. Didukung pula dalam pelajaran Bahasa Inggris yang saya ampu, saya kaitkan program ketahanan pangan dengan procedure text. Murid membuat procedure text tentang bagaimana menanam cabai, tomat, kangkung, dan bayam. Pupuk organik cair tersebut kemudian digunakan untuk memupuk tanaman-tanaman tersebut.”
Tujuan utama dari program ini adalah mengurangi volume sampah organik yang sebelumnya terbuang tanpa pengolahan. Dengan adanya inovasi ini, sampah yang dulunya dianggap tidak bernilai kini berubah menjadi produk yang bermanfaat. Selain itu, lingkungan sekolah menjadi lebih bersih, sehat, dan nyaman sebagai tempat belajar.
Lebih jauh, kegiatan ini juga merupakan implementasi nyata dari Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai upaya mengatasi permasalahan darurat sampah nasional sekaligus meningkatkan estetika lingkungan.
Program ini diharapkan dapat menjadi inspirasi kita semua dalam mengelola limbah secara bijak dan berkelanjutan. SMAN 1 Godong percaya bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil yang konsisten, serta dari kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan.
Dengan semangat kolaborasi antara warga sekolah, kegiatan ini menjadi bukti bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui aksi nyata yang berdampak langsung bagi lingkungan dan kehidupan sehari-hari.






Komentar
Jadilah yang pertama berkomentar di sini